SMI Realisasikan Investasi Pemerintah dalam Program PEN untuk PT KAI Rp3,5 T
Herry Barus
Selasa, 01 Desember 2020 - 09:00 WIB

Thepresidentpost.id - Jakarta-PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)(“PT SMI”)merealisasikan bantuan program Pemulihan Ekonomi Nasional dalam bentuk Investasi Pemerintah ("IP PEN") senilai Rp3,5 triliun kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero)("PT KAI").
Tujuannya agar kegiatan operasional PT KAI dapat berjalan kembali setelah mengalami penurunan pendapatan secara serius akibat pembatasan layanan perjalanan penumpang kereta api selama masa pandemi Covid - 19.
Kesepakatan penyaluran IP PEN dari PT SMIke PT KAI ditandai dengan Penandatanganan Pejanjian IP PEN oleh Edwin Syahruzad,DirekturUtama PT SMI dengan Didiek Hartantyo, Direktur Utama PT KAI diKantor Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Kementerian Keuangan (30/11).
Penandatangananperjanjian IP PEN antara PTSMI dan PT KAI disaksikan langsung oleh Isa Rachmatarwata(Direktur Jenderal Kekayaan NegaraKementerian Keuangan), Carlo B. Tewu (Deputi Bidang Hukum dan Perundang - undanganKementerian BUMN),jajaran Komisarisserta Direksi PT SMI dan PT KAI, Direktur Kekayaan Negara Dipisahkan DJKN,serta DirekturHukum dan HumasDJKN.
Edwin Syahruzad,Direktur Utama PT SMI,menyatakan "Pada proses penyalurannya, PT SMI melakukan kajian secara mendalam dan komprehensif terhadap kondisi keuangan PT KAI, kajian pemberian investasi ini dilakukan tidak hanya dari aspek finansial tapi juga aspek hukum dan kelayakan ekonomi dengan melibatkan lembaga independen. Selain itu,PT SMI bersama Kementerian Keuangan telah melakukan kajian atas faktor - faktor risiko serta upaya mitigasi atas risiko tersebut.Diharapkan dengan adanya Investasi Pemerintah ini kinerja PT KAI akan kembali pulih”.
Hasil studi kelayakan yang dilakukan PT SMI terhadapPT KAI sebagai penerimaIP PEN, menyimpulkan bahwa: (1) TerdapataspekurgensipemberianIP PEN kepada PT KAI karena PT KAImengalamipenurunansignifikandari sisi pendapatandanaruskasoperasional; (2) PT KAI memiliki peran penting dalam penyediaan transportasi publikyang murah dan terjangkau melalui moda kereta api; (3) Pemberian IP PEN memiliki dampak positif terhadap perekonomian, karena penggunaan dana IP PEN turut berkontribusi meningkatkan pendapatan fiskal baik langsung maupun tidak langsung; (4) Proyeksi keuangan mengindikasikan bahwaPT KAI mampumelakukan pengembalian IP PEN; (5) Tidak terdapat penolakan dari pemegang saham dan kreditur eksisting PT KAI terkait dengan perolehan IP PEN.
Metode yang digunakan PT SMI untuk memonitor dan mengevaluasi penyaluran dana IP PEN kepada PT KAI dilakukan dengan memonitor Pelaporan Berkala dan Pelaporan Insidential PT KAI. Pelaporan Berkala antara lain dipantau dengan menggunakan Laporan Tahunan Konsolidasian yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik, Laporan Rasio Keuangan Aktual, serta Laporan Realisasi Penggunaan Dana. Sementara untuk Pelaporan Insidential, parameter yang digunakan diantaranya adalah informasi mengenai hal - hal material lainnya yang mempengaruhi kinerja PT KAI dan kemampuan pengembalian IP PEN secara material,sertapemberitahuan kepada Kementerian Keuangan terhadap rencana belanja modal strategis.
Sebagai salah satu Special Mission Vehicle(SMV)di bawah koordinasi Kementerian Keuangan, PT SMIberperansebagai penggerak pembangunan berkelanjutandan selalu menjaga kepercayaan publik. Dalam setiap aktivitas bisnisnya, PT SMI selalu melakukan analisa dampak positif, bahwa infrastruktur yang dibangun layaksecara ekonomi, dan sosial bagi masyarakat.
Dukungan dan kepercayaan publik dijaga dengan baik oleh PT SMI dengan senantiasa menjaga integritas dan melaksanakan tata kelola yang baik dalam penyaluran dana IP PEN. Oleh karena itu, PT SMI mengharapkan agar IP PEN yang disalurkan ke PT KAI dapat menurunkan dampak negatif pandemi Covid - 19 terhadap kinerja PT KAI sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat melalui tersedianya layanan transportasi publik yang terjangkau dan berkualitas.
Baca Juga
- Minister of Industry Agus Denies Rumors that iPhone 16 Can be Bought on Pre-order
- Indonesia Delivers 2.7 Million Doses of bOPV Polio Vaccine as Humanitarian Aid to Myanmar
- Teaching Hospital will be Present in Jababeka City to Strengthen the Jababeka Medical City Ecosystem
- Govt offers incentives for investors to build EV factories: Industry Minister
- 131,600 Households Enjoy Easy Access to Free Electrical Installation in 2023
Berita Lainnya
National 24/12/2024 10:25 WIB
9 Reasons to Invest in Kota Jababeka with Profit Potential
Investment in Jababeka Industrial Estate in Cikarang, Bekasi or what is now known as the Independent and Integrated City has various potential benefits that can be an attraction for investors. Yes, PT…
Business 24/12/2024 10:12 WIB
PT VOK Electrical Appliance Indonesia Officially Builds Factory in Kendal Special Economic Zone (KEK)
PT VOK Electrical Appliances Indonesia officially held a groundbreaking ceremony for its new factory in Kendal Special Economic Zone (KEK), Central Java. The deputy government of Kendal Regency, Head…
Economy 24/12/2024 08:15 WIB
PT Matahari Tire Indonesia, China's No. 1 Tire Manufacturing Company Officially Operates in Kendal SEZ
PT Matahari Tire Indonesia, a subsidiary of Zhongce Rubber Group Co Ltd (ZC Rubber) from China has officially started the operation of its new factory in Kendal Special Economic Zone, Central Java. The…
Business 23/12/2024 15:19 WIB
Minister of Trade at the Launch of EPIC Sale
Minister of Trade, Budi Santoso together with Coordinating Minister for Economic Affairs, Airlangga Hartarto and Head of the National Food Agency (Bapanas), Arief Prasetyo Adi launched Every Purchase…
Travel 23/12/2024 15:12 WIB
Launch of Shopping in Indonesia Only (BINA) Discount Program 2024
Coordinating Minister for Economic Affairs, Airlangga Hartarto together with Deputy Minister of Trade, Dyah Roro Esti; Deputy Minister of SMEs, Helvi Moraza; Deputy Minister of Tourism, Ni Luh Puspa;…
Komentar